Al quran, pola pikir dan gaya hidup

Maret 9, 2007 at 2:37 am (Puisi)

[Sarikata.com] [daarut-tauhiid] Al quran, pola pikir dan gaya hidup

Al quran, pola pikir dan gaya hidup Alquran dan hadis dapat mempengaruhi pola pikir manusia. Pola pikir seseorang yang meyakini dan selalu mempelajari Alquran dan hadis berbeda dengan pola pikir seseorang yang tidak meyakini dan mempelajarinya. Seseorang yang selalu mempelajari Alquran menyadari bahwa hidup di dunia ini sementara, sedangkan hidup yang abadi ada di akhirat. Oleh karena itu ia akan menggunakan waktu dan hartanya sebaik mungkin. Dia ikhlas dalam berzakat, berinfaq dan sedekah; tidak menumpuk harta, atau bangga & memamerkannya, tapi produktif dengan hartanya. Efisien dalam menggunakan waktu, mencari rejeki untuk menolong Allah, banyak bergerak dijalan Allah,mengisi setiap hembusan nafasnya dengan bezikir dan istigfar, tidak mengisi waktu dengan hal yang sia-sia, bahkan ada yang tidak cukup istirahat karena kelak ada waktu khusus untuk istirahat selamanya bila telah dipanggil yang Maha Kuasa. Sedang-sedang saja dalam segala hal. Tidak mengukur kesuksesan dengan materi, tidak mencari pangkat dan kedudukan, tidak mencari popularitas, pujian dan ketenaran, tapi berbuat baik sesegera mungkin agar dapat mengumpulkan amal shaleh dengan kualitas dan kuantitas terbaik di mata Allah. “Jika telah selesai dalam suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan yang lain” (94:7) Sabar dalam menghadapi ujian dan bersyukur dengan nikmat yang diperoleh. Selalu mencari ilmu yang disukai Allah, menyayangi orang lain karena Allah dan membenci orang yang menentang Allah dan RasulNya. Bila manusia selalu berinteraksi dengan Alquran maka dunia seperti tanpa batas. Aturan yang dipakai, pola pikir dan gaya hidup manusia akan sama, walaupun sifat manusia berbeda-beda. Sebenarnya manusia tidak dapat berbuat apapun tanpa Allah, sejak dilahirkan hingga wafat. Namun Allah telah meninggikan manusia dengan akalnya dibandingkan dengan mahluk yang lain. Bila tidak digunakan sesuai perintah Allah, maka akal manusia juga yang akan menjauhkannya dari Allah swt. Semoga dengan tulisan ini Allah semakin memberi kesempatan kita untuk selalu berinteraksi dengan Alquran dan hadis. Wallahu ‘alam bis shawab. 7 Maret 2007

1 Komentar

  1. daus313 said,

    quran bisa merasuk kedalam hati seseorang, jika dilaksanakan secara: manqul, musnat, muttasil

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: