Keluarga Yang Tentram Dan Bahagia

Januari 11, 2007 at 2:46 am (Agama)

[Sarikata.com] [daarut-tauhiid] Keluarga Yang Tentram Dan Bahagia !!! ^_^
Keluarga Yang Tentram Dan Bahagia
************ ********* ********* ********* ********* ********* ***
Kualitas manusia akan diketahui dan teruji hanya setelah mereka hidup
berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui
kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup
pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya,
keibuannya, kebapakannya, perikemanusia& shy;annya, ketangguhannya,
kesabarannya dan seterusnya. Begitu besar makna hidup berumah tangga
sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah
terkandung separuh urusan agama. Separoh yang lainnya tersebar pada
berbagai bidang; sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dst.

Dalam surat ar Rum 21 tadi disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia
dengan setting berpasangan dalam hidup perkawinan agar pasangan itu
memperoleh ke­tenteraman, memperoleh sakinah.

Dalam al Qur’an manusia disebut dengan istilah basyar dan insan.
Basyar artinya manusia dalam pengerti­ an persamaan fisik. Sedangkan
insan mengandung pengertian psikologis. Kata insan terambil dari kata
nasia yansa yang artinya lupa, dari kata `uns yang artinya mesra,
juga dari kata anasa yanusu yang artinya bergejolak. Jadi manusia
pada dasarnya adalah makhluk yang memiliki tabiat mesra, tetapi suka
lupa dan memiliki gejolak ke­inginan yang tak pernah berhenti. Selagi
manusia dalam keadaan lupa diri dan dalam pengaruh gejolak ke­
inginannya, maka ia tidak dapat merasakan ketenangan dan ketenteraman
hidup. Nah dalam hidup berpasangan suami isteri itulah dimaksud
supaya manusia me­nemukan ketenteraman, yang diperindah dengan
kemesraan. Rumah tangga yang ideal itu bagai­kan lautan tak bertepi,
segala ketegangan, kegelisahan, kecemasan, kesepian dan kelelahan
akan hilang jika orang berlabuh dalam pelabuhan cinta mesra suami
isteri.

Apakah otomatis? tidak, sudah barang tentu tidak, tergantung apakah
persyaratannya itu dipenuhi atau tidak. Menurut hadis Nabi, suatu
rumah tangga akan mem­peroleh ketenteraman dan kebahagiaan manakala
dipenuhi pilar-pilarnya:
Artinya : Jika Allah menghendaki suatu rumah tangga itu baik, maka
Allah akan memudahkan terciptanya ke­adaan- keadaan sebagai berikut:
1. Ada kecenderungan kepada agama di dalam rumah tangga itu,
2. Yang muda menghormati yang tua,
3. Di dalam kehidupan sehari-hari mereka bergaul secara lemah
lembut,
4. Sederhana dalam membelanjakan harta,
5.Mau interospeksi sehingga mereka mudah bertaubat. (H.R. Dailami)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: